Sabtu, 13 Januari 2024

Kelompok KKN-T 45 Universitas Trunojoyo Madura Ubah Limbah Tempurung Kelapa Menjadi Briket yang Memiliki Nilai Guna

Melalui Kreatifitas dan Inovasi, Kelompok KKN-T 45 Universitas Trunojoyo Madura Ubah Limbah Tempurung Kelapa Menjadi Briket yang Memiliki Nilai Guna.


.


Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep berhasil berinovasi memanfaatkan limbah tempurung kelapa menjadi sebuah pruduk yang memiliki nilai guna yaitu berupa briket. Hal tersebut dilakukan oleh kelompok 45 yang terdiri dari 15 anggota yakni Febriyan Ardyansah (Ekonomi Pembangunan), Jamaliyatus Soliha (Manajemen), Niken Ayu Safitri (Sistem informasi), Diah Uminatun Nasi’ah (Ilmu Hukum), Livia Arianti (Akuntansi), Zarita Nanda Amalia (Ekonomi Pembangunan), Reyhan Marvel Aryobowo (Ilmu Hukum), Shofya Lutfhi Kosasih (Ilmu Hukum), Berlian Ari Andani (Pendidikan IPA), Moh Sucip ( Akuntansi), Yulia Safitriana ( Ekonomi Pembangunan), Yanuarsyah Imadduddin ( Sistem Informasi), Maulana Malik Ibrohim ( Teknik Informatika), Ahmad Heriyanto Zuhda Wardana (Teknik Mesin), Mahmudah (Ilmu Hukum) yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan Bapak Darul Islam, S.E., M.M


Pemanfaatan limbah tempurung kelapa sebagai bahan arang briket dilatarbelakangi oleh banyaknya limbah tempurung kelapa yang berserakan di pesisir pantai hingga rumah warga di Desa Tanjung. Melihat banyaknya komoditas dan limbah tempurung kelapa disekitaran desa Tanjung menjadikan  kelompok KKN-T 45 berinisiatif untuk me-reuse-nya kembali menjadi bahan bakar energi terbarukan yakni briket tempurung kelapa. Briket dihasilkan dari pemanfaatan limbah tempurung kelapa yang sering kali tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Padahal produksi kelapa pasti banyak dan berkepanjangan sehingga jika disulap menjadi energi alternatif pasti memiliki nilai jual yang relatif jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar konvensional.


“Kelompok 45 sangat berantusias dalam pembuatan arang briket terbukti dengan semangat teman teman dalam proses pembuatan briket” Ujar Febri selaku koordinator desa Tanjung. Adapun   proses pembuatan briket dimulai dari pencarian limbah tempurung kelapa lalu dikumpulkan menjadi satu, setelah itu tempurung kelapa dibersihkan dan dijemur untuk menjemur tempurung kelapa sendiri memakan waktu 2- 3 hari dalam proses pengeringannya, nah setelah kering tempurung selanjutnya di bakar di dalam wadah tong bekas dengan durasi 1 jam sampai 3 jam untuk hasil yang optimal, setelah proses pembakaran, arang di tumbuk sampai alus dan disaring menggunakan saringan.setelah itu membuat tambahan adonan buat campuran briket yaitu tepung kanji, untuk tepung kanjinya sendiri pertama direbus dengan takaran tepung kanji 1 kg dengan air 2 gelas atau 1 gelas setengah setelah itu dipanaskan atau dimasak hingga kental dan seterusnya disatukan dengan bahan arang yang halus dijadikan satu dengan adonan tepung kanji diaduk hingga menyatu  setelah itu dimasukan didalam cetakan yang telah ditentukan dan dibentuk sesuai selera.


Hasil pembuatan briket tersebut kemudian disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Tanjung. Dengan adanya sosialisasi  tersebut diharapkan agar supaya pembuatan briket dari limbah tempurung kelapa dapat terus dikembangkan oleh masyarakat desa Tanjung, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada kayu bakar, minyak tanah, dan bahan bakar gas. “Dengan adanya kegiatan pembuatan briket tersebut, kita juga sudah berperan di dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan cara memanfaatkan limbah perkebunan(tempurung kelapa) yang selama ini terbuang percuma”. Ujar Febri selaku koordinator Desa di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.



Kamis, 11 Januari 2024

Upaya pencegahan abrasi di daerah pesisir

Upaya pencegahan abrasi di daerah pesisir, Mahasiswa KKN-T 45 Universitas Trunojoyo Madura ikut andil dalam penanaman Mangrove.


SUMENEP- Dalam Upaya pencegahan abrasi akibat terjadinya perubahan iklim serta memperingati Hari Gerakan Sejuta Pohon, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang tergabung dalam Program KKN-T kelompok 45 Desa Tanjung Kecamatan Saronggi melakukan penanaman bibit mangrove di pesisir Dusun Panglema, Selasa (9/1/2024). Penanaman Mangrove diikuti oleh seluruh anggota KKN-T beserta Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) Reng Paseser Kecamatan Saronggi.


Kegiatan yang dimulai pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB ini berjalan lancar, sebanyak 315 bibit mangrove ditanam dengan rincian 40 bibit jenis Rizophora Mucronata dan 275 bibit jenis Rhizophora Stylosa. 315 bibit Mangrove ini ditanam dengan berbagai macam teknik, ada yang melalui teknik konvensional, mangrove pancang, rumpun berjarak, dan teknik line transect


Antusiasme yang sangat luar biasa ditunjukan oleh mahasiswa KKN-T 45 UTM, membantu penanaman bibit Mangrove berjalan dengan lancar, mereka bahu-membahu untuk bekerja sama menanam dengan penuh suka cita, tak jarang dalam proses penanaman mereka bersenda gurau agar menambah keakraban. “Hal ini merupakan pengalaman baru bagi kami, mahasiswa KKN-T 45 dapat mengetahui manfaat dari adanya tumbuhan mangrove secara langsung dan dapat ikut andil dalam penanaman mangrove untuk pencegahan abrasi di daerah pesisir pantai Kundang Wetan” Ujar Febri selaku koordinator desa kelompok KKN-T45 UTM.


Kegiatan penanaman mangrove ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pantai dan menjaga keberlangsungan hidup masyarakat setempat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi mahasiswa KKN-T 45 UTM tentang pentingnya konservasi lingkungan dan dampak positif dari aksi kecil seperti penanaman pohon. Sekretaris Pokmaswas Reng Paseser, Fadel Abu Aufa merasa senang dengan adanya kegiatan ini, menanamkan jiwa peduli lingkungan kepada mahasiswa. Beliau juga berharap Mangrove yang ditanam bersama ini hidup sesuai harapan sehingga dapat bermanfaat secara ekologis dan ekonomis kelak.


Dengan kegiatan penanaman pohon mangrove ini, diharapkan akan muncul kesadaran yang lebih tinggi tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Semoga kegiatan ini menjadi contoh bagi kegiatan-kegiatan serupa yang dilakukan oleh masyarakat dan lembaga pendidikan lainnya. 





Minggu, 07 Januari 2024

Semarak lomba tahun baru, Kelompok KKN-T 45 Universitas Trunojoyo Madura

Semarak lomba tahun baru, Kelompok KKN-T 45 Universitas Trunojoyo Madura mengadakan acara Lomba untuk penyambutan tahun baru.



Dalam rangka menyambut pergantian tahun baru 2024, Mahasiswa KKN 45 UTM Universitas Trunojoyo Madura, mengadakan acara lomba di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.


Mahasiswa KKN juga bekerja sama dengan Perangkat Desa Tanjung demi suksesnya acara lomba tersebut. Perlombaan dilaksanakan mulai pukul 15.00 sampai 17.00 WIB selama dua hari pada tanggal 6 sampai 7 januari 2024 di lapangan balai desa tanjung. Lomba ini melibatkan 4 dusun di desa tanjung. Sasaran perlombaan adalah warga dewasa baik ibu-ibu, pemuda dewasa, anak-anak. Perlombaan ini terdiri dari lomba estafet air,makan kerupuk, bola sarung, Voly terpar. Masing-masing lomba memiliki penanggung jawab. Kelompok KKN 45 pun berusaha menciptakan suasana meriah serta memberi semangat kepada para peserta lomba.


Perlombaan didasari untuk memeriahkan tahun baru ke-2024 dengan diikuti oleh warga tanjung. Mahasiswa KKN mengadakan lomba untuk meniciptakan kekompakan dan membangun rasa solidaritas. Yang bertujuan untuk menjalin keakraban dengan warga desa. Juga untuk memicu semangat dan keaktifan KKN. Anak-anak pun turut ikut untuk memeriahkan acara lomba tersebut.


Jumat, 05 Januari 2024

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJAN 3D PADA MATERI SISTEM TATA SURYA DI SDN TANJUNG NO.15

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJAN 3D PADA MATERI SISTEM TATA SURYA DI SDN TANJUNG NO.15




Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Khususnya pada bidang pendidikan, agar pendidikan dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka perlu dilakukan penyesuaianpenyesuaian, khususnya mengenai unsur-unsur pendidikan yang dilaksanakan di sekolah sehinngga membuat proses penyampaian materi pembelajaran lebih mudah dan efektif. Kami selaku mahasiwa yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Trunojoyo Madura yang bertempat di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep melaksanakan kegiatan program mengajar yang di laksanakan pada tanggal 05 Januari 2023 di SDN Tanjung no.15. 


Selama kegiatan proses belajar mengajar pada  materi IPAS kami mengajar dengan menggunakan media pembelajaran. Dengan kehadiran media pembelajaran diharap dapat meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar, memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan. Sehingga media pembelajaran yang kami gunakan berupa 3D dengan materi tata surya. Materi ini diajarkan pada kelas IV. Penggunaan media pembelajaran 3D siswa akan lebih mudah mengenali objek aslinya. Dengan adanya media pembelajaran interaktif dapat meningkatkan perhatian peserta didik sehingga meningkatkan semangat belajar peserta didik, dan juga media pembelajaran dapat menanamkan konsep dasar kebenaran, berkesinambungan,  dan tidak mudah dilupakan,


Dalam menggunakan media belajar pengenalan tata surya ini membuat siswa-siswi kelas IV SDN No.15 Tanjung lebih mudah menghafal dan memahami nama planet dan juga letaknya sesuai dengan garis edar. Karena penggunaan media pembelajaran 3D mareri tata surya yang dibuat sedemikian miripnya oleh planet aslinya dengan menyesuaikan warna setiap planetnya. Beberapa planet yang mudah dihafal oleh siswa-siswi kelas IV seperti, merkurius karena letaknya yang sangat dekat dengan matahari, bumi karena planet yang dapat ditinggali oleh manusia, jupiter karena memliki ukuran yang paling besar diantara planet-planet lainnya. 


Dalam proses belajar kami memberikan penjelasan nama-nama planet dengan singkat dan agar mudah dihafal menggunakan metode singkatan seperti "MeVeBuMarsYuSaUrNep" nama tersebut diambil dari awalan 8 planet antara lain Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Selain itu kami memberikan pengertian nama-nama planet tersebut dengan menggunakan lagu. Sehingga siswa dapat menghafal nama pelanet secara urut. Hal tersebut kami lakukan agar siswasiswi kelas IV selalu mengingat nama-nama planet dan letaknya sampai kelas berapa pun dan sampai kapan pun.  



Kamis, 04 Januari 2024

Mahasiswa KKN-T 45 Universitas Trunojoyo Madura Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berisi kegiatan Sosialisasi “Bullying” di MTsN 3 Sumenep,

Mahasiswa KKN-T 45 Universitas Trunojoyo Madura Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berisi kegiatan Sosialisasi “Bullying” di MTsN 3 Sumenep,





Sosialisasi pendidikan anti Bullying merupakan bentuk dari pengabdian masyarakat oleh Mahasiswa KKN-T Kelompok 45 Universitas Trunojoyo Madura guna mengurangi kenakalan remaja terutama kasus pembullyan/perundungan di lingkungan Sekolah/pendidikan.


Pada sosialisasi ini, materi sosialisasi disampaikan oleh Sekretaris Kelompok Zarita Nanda Amalia yang dimana dalam penyampaiannya menjelaskan terkait penjelasan bullying, jenis-jenis bullying, pencegahan bullying, resiko bullying.  Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai langkah awal pencegahan tindakan perundungan/pembullyan di lingkungan pendidikan tingkat SMP/MTs khususnya.


Kemudian Febriyan Ardiasnyah selaku ketua pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat ini menambahkan, pengalaman pribadinya terkait bullying dan harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat menjadikan siswa paham terkait dampak negatif bullying.


“Dengan kegiatan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi bullying bagi siswa MTs ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk siswa MTs untuk lebih bisa menghargai sesama” Ujarnya.


Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 siswa ini dibuka oleh pihak sekolah yang sangat menyambut baik adanya kegiatan ini. Beliau menyampaikan sambutan dan berpesan dengan adanya kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal pencegahan kenakalan remaja khususnya kasus pembullyan di lingkungan pendidikan.


Para siswa memiliki antusias dan respon yang baik selama kegiatan sosialisasi berlangsung. Diakhir sesi ada beberapa siswa yang  berinteraksi dan menceritakan pengalaman pribadi mereka terkait bullying yang terjadi di Sekolah